Buka jam 08:00 s/d 17:00 sabtu minggu libur 089695972186 089695972186 [email protected] D456F97C089695972186
(pcs)

Jenis kemeja yang tak lekang oleh waktu

Thursday, July 30th 2015.

Untuk sebagian kalangan, diantaranya pecinta kegiatan alam bebas, pecinta alam, MAPALA kemeja flannel selalu diidentikkan dengan istilah kuno, jaman dulu, style lawas atau sejenisnya. Selain itu juga suka diidentikkan dengan kelas pekerja, kaum marjinal, minoritas dan kalangan bawah.

Jika kita melihat ke belakang, beberapa abad yang lalu, flannel mempunyai sejarah perkembangan dan cerita yang unik. Kemeja flannel merupakan style yang abadi. Trend yang tiada henti dan tak lekang oleh waktu. Cocok untuk dikombinasikan dengan jeans dan sneakers atau sepatu boots. Atau dipakai sebagai luaran, dipadukan dengan t-shirt di bagian dalamnya.

imgp1221

Kemeja flannel sangat cocok untuk para pekerja keras yang terjun langsung ke lapangan. Dipakai oleh orang-orang yang berada di garis depan dan berkontaksi langsung dengan objek pekerjaan di lapangan. Hal ini tidak lepas dari asal-usul ditemukannya pakaian berbahan flannel ini.Kemeja flannel memiliki rekam jejak yang panjang dan menarik.Kata flannel berasal dari bahasa Wales, yaitu gwlanen, yang artinya “bahan wol”.

Menurut sejarah, flannel tercatat ditemukan pada awal abad ke-16 di Wales, dengan sebutan flannelette. Pada saat itu para petani memakai pakaian hangat yang agak tebal untuk melindungi diri mereka dari cuaca dingin dan rerantingan pohon.

Di Prancis, istilah flanelle dipakai di akhir abad ke-17. Dan pada awal abad ke-18, di Jerman menyebutnya flanell.
Dalam bahasa Inggris ditulis flannel. Awalnya flannel diproduksi secara tradisional dan rumahan, dikenakan sebagai selimut atau pelindung tubuh dari hawa dingin, dikenakan seperti mengenakan mantel. Dibuat secara handmade dari benang wol yang dirajut dengan cotton dan di-garuk pada proses finishing-nya. Sehingga flannel akan selalu kelihatan berserabut.

Flanel dibuat secara handmade

Di abad ke-18, ketika lahirnya Revolusi Industri, terjadi perubahan besar-besaran di dalam praktisi industri. Flannel mulai di produksi secara massal dan menjadi produk pabrikasi.
Mengikuti perkembangan jaman, dan mempertimbangkan biaya bahan baku yang tinggi, bahan wol lambat laun mulai digantikan dengan serat polyester, campuran sutera, dan serat sintetis.
Pada tahun 1889, seorang asal Michigan, Amerika Serikat, yaitu Hamilton Carhatt (1855-1937) mendirikan perusahaan yang dinamakan Carhatt. Carhatt merupakan pioneer yang menjadi produsen kemeja berbahan flannel, termasuk motif kotak-kotak yang terinspirasi dari Kilt, pakaian tradisional Skotlandia.
Carhatt berusaha untuk menciptakan pakaian tahan banting, yang nyaman dipakai, namun tetap berkarakter, untuk para pekerja lapangan yang aktif. Pada awalnya mereka membuat pakaian flannel ini untuk para engineers yang bekerja di jalur kereta api.

Carhatt sebuah brand flannel pertama yang memproduksi kemeja flannel

Pada awal abad ke-20, flannel tidak hanya diproduksi untuk cuaca dingin, tetapi mulai disesuaikan dengan musim-musim yang ada. Dengan memaksimalkan pencampuran kapas (cotton) dengan kombinasi kerapatan rajut yang bervariasi, flannel kini menjadi lebih tipis dan ringan. Sehingga kemeja flannel dapat digunakan di cuaca yang hangat.

Di abad yang sama, flanel masuk ke Amerika Utara. Flannel dengan motif kotak-kotak diidentikkan dengan para pekerja kasar, pekerja lapangan, terutama petani, gembala, pekerja tambang, penebang pohon, dan mereka yang bekerja di luar ruangan. Daya tahan dari bahan flanel, kemudahannya untuk dicuci, dan juga kehangatannya, memungkinkan mereka bebas bergerak dan bekerja dalam jangka waktu yang lama di dalam suhu yang dingin. Sejak saat itu, para penebang pohon identik dengan kemeja flannel dan sepasang sepatu boots. akhirnya kemeja jenis ini menjadi populer di kalangan pekerja dan penyuka kegiatan alam bebas.

Lumberjack atau penebang kayu identik dengan flannel

Pada saat Perang Dunia I pecah di tahun 1914, flannel digunakan sebagai seragam dan selimut di medan pertempuran. Dan juga digunakan sebagai bahan alternatif pengganti perban di rumah sakit. Dan ketika perang berakhir, dunia berubah. Perbedaan antar-kelas di masyarakat menjadi bias. Selama Great Depression yang datang mengikuti Perang Dunia, kemeja flannel yang pada mulanya identik dengan kalangan kelas bawah, lambat laun naik kasta dan menjadi milik seluruh lapisan sosial. Pada masa ini pula, kemeja flannel diidentikkan dengan kelaki-lakian.

Pada tahun 1939, Red Flannel Day mulai dilaksanakan secara rutin di Cedar Springs, Michigan, setelah kota tersebut menjadi terkenal di seluruh negeri karena memproduksi sweater berbahan flannel warna merah. Kota ini masih merayakan Red Flannel Festival sampai sekarang, jatuh pada weekend terakhir di bulan September dan weekend pertama di bulan Oktober.
Pada tahun 1963, The Beach Boys kembali membuat kemeja flannel ini terkenal, setelah mereka berpose mengenakan kemeja flannel sambil mengangkat papan luncur untuk cover album mereka, “Surfer Girl”.

The Beach Boys’ cover album “Surfer Girl”

Di awal 1990-an, group band asal Seattle, Nirvana (yang di motori oleh Kurt Cobain) dan Pearl Jam mempopulerkan kembali kemeja flannel dengan motif kotak-kotak. Masa keemasan grunge saat itu ditandai dengan perubahan pola berpakaian di kalangan anak-anak muda. Tidak ada lagi jaket kulit yang sempat berjaya oleh kalangan glam rock. Trend beralih, mereka beramai-ramai mengenakan kombinasi kemeja flannel, jeans, dan sepatu boots juga sneakers.

Kurt Cobain (Nirvana) dengan style kemeja flannel
Pearl Jam dengan kemeja flannel
Skinhead lifestyle

Kemeja flannel adalah icon yang abadi.
Selalu berevolusi mengikuti perubahan jaman.
Identik dengan pekerja lapangan, yang turun di garis depan.
Menggambarkan karakter para pekerja keras di alam yang bebas.
Menjadi gaya hidup yang menggambarkan kebebasan
Menjadi pakaian yang luwes di semua situasi dan kondisi.
Tidak terbatas kasta.
Kemeja flanel tak akan lekang oleh waktu.
Original flannel shirts will never die.

DARK GREY KOKO HELF TRIBAL

28%

Rp 145.000 200.000
Kemeja Flannel K02

28%

Rp 130.000 180.000
best
Jaket Bomber Black B-008

24%

Rp 190.000 250.000
BATIK BLUE SONGKET SHORT

56%

Rp 80.000 180.000
best
Jaket Bomber Tosca B-003

24%

Rp 190.000 250.000
KAOS DISTRO BLUE PLAIN

38%

Rp 80.000 130.000

Customer Services

BBM         : D265E2DB
SMS         : 0895-3648-69211
Whatsapp : 0895-3648-69211

Facebook Fanpage

Produk Terbaru

KEMEJA FLANEL RED SQUERE KEMEJA FLANEL BROWN SQUERE SWEATER MUSIC SWEATER MICKEY MOUSE SWEATER MONKEY BROWN KOKO SHORT GREEN KOKO SHORT DARK BROWN KOKO SHORT

Rekening Bank

2080205743 a/n Abdul Azis
1310011890417 a/n Abdul Ajis

Pengiriman

Histats